Pengertian Teks Narasi dan Faktor Interisik Beserta Langkah Menulis Teks Narasi

Posted on

Apa yang di magsud dengan TEKS NARASI ?

Halo temen-temen kali ini kita akan membahas Teks narasi ,Pengertian Teks Narasi Narasi adalah cerita fiksi yang berisi perkembangan kejadian/ momen. Rangkaian momen dalam cerita disebut alur. Rangkaian momen dalam cerita digerakkan dengan peraturan karena-imbas. Cerita berkembang dari tahap pengenalan (apa, siapa, dan di mana kejadian terjadi), timbulnya pertentangan,  dan penyelesaian/akhir cerita. Rangkaian cerita ini disebut alur.Tokoh dan watak tokoh adalah elemen cerita yang mengalami rangkaian momen.Narasi mempunyai tema/ inspirasi dasar cerita yang menjadi sentra pengembangan cerita. Tema bisa dirumuskan dari rangkaian momen pada alur cerita. Amanat adalah elemen cerita yang menjadi pesan pengarang via ceritanya. Amanat terkait dengan poin-poin kehidupan yang bisa disimpulkan dari isi cerita.


Faktor Intrinsik Teks Narasi

1. TemaGagasan, inspirasi, atau pikiran utama yang mendasari suatu karya sastra disebut tema.

2. Tokoh dan penokohan/perwatakan tokohYang dimaksud dengan tokoh yakni individu ciptaan/rekaan pengarang yang mengalami momen-momen atau perlakukan dalam berjenis-jenis momen cerita. Pada lazimnya tokoh berwujud manusia, bisa pula berwujud hewan atau benda yang diinsankan.Menurut fungsi tokoh dalam cerita, tokoh bisa dibedakan menjadi dua ialah tokoh sentral dan tokoh bawahan. Tokoh sentral yakni tokoh yang banyak mengalami momen dalam cerita.

3. LatarLatar yakni semua keterangan, pertanda, pengacuan yang terkait dengan waktu, ruang, dan suasana terjadinya momen dalam cerita. Latar mencakup penggambaran letak geografis (termasuk topografi, panorama, kelengkapan, ruang), profesi atau aktivitas tokoh, waktu berlakunya kejadian, musim, lingkungan agama, akhlak, intelektual, sosial, dan emosionil tokoh.

4. AlurPada lazimnya orang membedakan alur menjadi dua, ialah alur maju dan alur mundur. Yang dimaksud alur maju yakni rangkaian momen yang urutannya pantas dengan urutan waktu kejadian. Padahal yang dimaksud alur mundur yakni rangkaian momen yang susunannya tak pantas dengan urutan waktu kejadian.

5. Sudut pandang/gaya penceritaaanBennison Gray membedakan pencerita menjadi pencerita orang pertama dan pencerita orang ketiga.a. Pencerita orang pertama (akuan).Yang dimaksud sudut pandang orang pertama yakni metode bercerita di mana tokoh pencerita terlibat lantas mengalami momen-momen cerita. Ini disebut juga gaya penceritaan akuan.b. Pencerita orang ketiga (diaan).Yang dimaksud sudut pandang orang ketiga yakni sudut pandang bercerita di mana tokoh pencnerita tak terlibat dalam momen-momen cerita. Sudut pandang orang ketiga ini disebut juga gaya penceritaan diaan.

6. AmanatAmanat yakni ajaran akhlak atau pesan yang berharap diperkenalkan oleh pengarang via karyanya. Amanat bisa diperkenalkan secara implisit ialah dengan metode memberikan ajaran akhlak atau pesan dalam tingkah laku tokoh memasuki cerita usai, bisa pula secara eksplisit ialah dengan penyampaian seruan, rekomendasi, peringatan, pengarahan, saran, larangan yang terkait dengan gagasan utama cerita.

Ciri awam teks narasi disebut cerita khayalan

1. Ada keajaiban/keanehan/ kemisteriusanCerita mengucapkan hal-hal supranatural/ kemisteriusan, keghaiban yang tak dijumpai dalam dunia kongkrit. Cerita fantasi yakni cerita fiksi bergenre fantasi (dunia imajinatif yang dijadikan penulis). Pada cerita fantasi hal yang tak mungkin diwujudkan awam. Tokoh dan latar dijadikan penulis tak ada di dunia kongkrit atau modifikasi dunia kongkrit. Tema fantasi yakni majic, supernatural atau futuristik.


2. Pandangan ceritaPandangan cerita terbuka kepada energi hayal penulis, tak dikendalikan oleh realitas atau kehidupan kongkrit. Pandangan juga berupa irisan dunia kongkrit dan dunia khayali yang dijadikan pengarang. Pandangan cerita sekali-sekali bersifat simpel tetapi kapabel menitipkan pesan yang menarik.Tema cerita fantasi yakni majic, supernatural atau futuristik. Teladan:Pertempuran komodo dengan makhluk jadi-jadian serigala untuk mempertahankan tanah leluhurnya, petualangan di balik pohon kenari yang melemparkan tokoh ke zaman Belanda, zaman Jepang, kegelapan sebab tumbukan meteor, kehidupan saling cuek dalam dunia teknologi canggih pada 100 tahun akan datang. 

3. Memakai berjenis-jenis latar (lintas ruang dan waktu)Momen yang dialami tokoh terjadi pada dua latar ialah latar yang masih ada dalam kehidupan sehari-hari dan latar yang tak tak ada pada kehidupan sehari-hari. Alur dan latar cerita fantasi mempunyai kekhasan. Rangkaian momen cerita fantasi memakai berjenis-jenis latar yang menerobos dimensi ruang dan waktu. Semisal, tokoh Nono dapat mengalami kejadian pada sebagian latar (latar waktu tamasya di Wligi, latar zaman Belanda, dan sebagainya). Jalinan momen pada cerita fantasi bermigrasi-pindah dari berjenis-jenis latar yang melintasi ruang dan waktu.

4. Tokoh unik (mempunyai kesaktian)Tokoh dalam cerita fantasi dapat diberikan watak dan ciri yang unik yang tak ada dalam kehidupan sehari-hari. Tokoh mempunyai kesaktiankesaktian tertentu. Tokoh mengalami momen misterius yang tak terjadi pada kehidupan sehari-hari . Tokoh mengalami kejadian dalam berjenis-jenis latar waktu. Tokoh bisa ada pada seting waktu dan daerah yang berbeda zaman (dapat waktu lampau atau waktu yang akan datang/futuristik).

5. Bersifat fiksi Cerita fantasi bersifat fiktif (bukan kejadian kongkrit). Cerita fantasi dapat diilhami oleh latar kongkrit atau obyek kongkrit dalam kehidupan melainkan diberikan fantasi. Semisal, latar cerita dan obyek cerita Ugi Agustono diilhami hasil perhatikan penulis kepada komodo dan Pulau Komodo. Tokoh dan latar difantasikan dari hasil perhatikan obyek dan daerah kongkrit. Demikian juga Djoko Lelono memberi fantasi pada fakta kota Wlingi (Blitar), zaman Belanda, Gunung Kelud.

6. BahasaPemakaian persamaan kata dengan emosionil yang kuat dan ragam kata cukup kelihatan. Bahasa yang diaplikasikan variatif, ekspresif, dan memakai macam percakapan (bukan bahasa formal).


Macam Teks Narasi (Cerita Pikir)

1. Cerita Fantasi Sempurna dan IrisanMacam cerita fantasi menurut kesesuaiannya dalam kehidupan kongkrit ada dua klasifikasi fantasi sempurna dan fantasi beberapa (irisan). Pertama, klasifikasi cerita fantasi sempurna berisi fantasi pengarang kepada obyek/ tertentu. Pada cerita klasifikasi ini segala yang terdapat pada cerita segala tak terjadi dalam dunia kongkrit. Semisal, cerita fantasi Nagata itu sempurna fantasi penulis. Jadi nama orang, nama obyek, nama kota benar-benar rekaan pengarang. Kedua, cerita fantasi irisan ialah cerita fantasi yang mengucapkan fantasi melainkan masih memakai nama-nama dalam kehidupan kongkrit, memakai nama daerah yang ada dalam dunia kongkrit, atau momen pernah terjadi pada dunia kongkrit.

2. Cerita fantasi Sezaman dan Lintas WaktuMenurut latar cerita, cerita fantasi dibedakan menjadi dua klasifikasi ialah latar lintas waktu dan latar waktu sezaman. Latar sezaman berarti latar yang diaplikasikan satu masa (fantasi masa sekarang, fantasi masa lampau, atau fantasi masa yang akan datang/ futuristik). Latar lintas waktu berarti cerita fantasi memakai dua latar waktu yang berbeda (seumpama, masa sekarang dengan zaman prasejarah, masa sekarang dan 40 tahun akan datang/ futuristik) .


Urutan Kejadian Teks Narasi:

1. Komponen PermulaanKali juga disebut komponen pengenalan (orientasi), fungsinya yakni mengantarkan cerita. Pada komponen ini diperkenalkan latar cerita, tokoh dan watak-wataknya).

2. Komponen TengahAdalah rangkaian kejadian/momen sampai ke komponen klimaks atau inti cerita. Dikala keadaan sulit utama disebutkan.

3. Komponen AkhirKomponen ini menjawab keadaan sulit utama, tentu saja dijawab dalam wujud rangkaian momen/kejadian juga. Komponen terakhir yakni simpulan dan penutup cerita.

Langkah-langkah menulis teks narasi:

1. Memastikan tema dan amanat yang akan diperkenalkan

2. Menggali inspirasi dari tema yang telah ditetapkan

3. Merancang momen-momen utama yang akan ditampilkan dalam wujud skema alur

4. Membentuk tokoh, perwatakan, latar, dan sudut pandang

5. Menulis rangkuman kejadian dari permulaan hingga akhir cerita

6. Mengoptimalkan rangkuman menjadi cerita komplit

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *